Ikuti Kami

Budaya Literasi Kreatif, Sofyan Tan Dorong Kehadiran Buku di Ruang Publik dan Warung Makan

Sofyan membagikan pengalamannya saat masih aktif di Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Sumatera Utara.

Budaya Literasi Kreatif, Sofyan Tan Dorong Kehadiran Buku di Ruang Publik dan Warung Makan
Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan.

Surabaya, Gesuri.id — Aktivitas membaca buku tidak harus selalu dibatasi di dalam ruang perpustakaan yang formal. Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, menilai bahwa budaya membaca di tengah masyarakat dapat tumbuh subur apabila buku dihadirkan secara langsung di ruang-ruang publik yang dekat dengan keseharian warga.

Sofyan membagikan pengalamannya saat masih aktif di Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Sumatera Utara. Kala itu, ia menggagas program inovatif bernama “Warung Pintar”, sebuah gerakan yang memadukan aktivitas bersantap kuliner dengan kebiasaan membaca buku.

Gagasan tersebut bermula dari kepeduliannya untuk membantu para pemilik warung makan sederhana agar dapat meningkatkan kualitas tempat usahanya. Ia kemudian mengajak sejumlah pengusaha untuk bersama-sama merenovasi warung-warung tersebut sekaligus menjadikannya ruang yang ramah bagi buku dan para pembaca.

Baca: Ini 7 Fakta Unik & Menarik Tentang Ganjar Pranowo

“Jadi pengusaha itu membedah, warung itu jadi cantik, dan kemudian yang meresmikannya itu adalah si pengusaha itu,” ujar Sofyan saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI ke Perpustakaan Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Kamis (20/8/2026).

Uniknya, para pengusaha yang terlibat tidak diminta membawa ucapan selamat atau hadiah konvensional saat peresmian warung. Mereka justru diwajibkan membawa sumbangan buku untuk mengisi rak-rak koleksi di Warung Pintar tersebut.

“Bukan kasih ucapan berupa buku waktu dia resmikan itu, tapi semuanya bawa buku. Jadi begitu itu dilakukan, saya pernah membuka sampai 18 Warung Pintar, melibatkan 18 pengusaha,” ungkapnya.

Menurut Sofyan, kehadiran buku di tempat makan terbukti mampu mengubah fungsi warung bukan sekadar tempat kuliner, melainkan bertransformasi menjadi ruang literasi komunitas. Ia bahkan sering melihat orang tua sengaja membawa anak-anak mereka untuk menikmati makanan sekaligus membaca bersama.

Baca: Ini Resep Ganjar Pranowo Yang Selalu Fit dan Bugar 

“Buku itu mengandalkan literasi hingga warung itu menjadi ramai, orang makan sambil baca buku. Yang luar biasa laku adalah orang tua bawa anak-anaknya itu sambil makan di sana, sambil baca buku,” tuturnya.

Selain lewat konsep warung makan, Sofyan juga mengusulkan metode kreatif lainnya untuk mendekatkan buku kepada masyarakat, yakni dengan menjadikannya sebagai cinderamata atau hadiah pada momentum-momentum spesial. Ia menilai buku jauh lebih bermanfaat dibandingkan karangan bunga konvensional yang kerap diberikan dalam berbagai perayaan.

Dari ruang kuliner hingga hadiah perayaan, Sofyan berharap gerakan literasi dapat terus digelorakan melalui cara-cara sederhana yang kreatif, sehingga buku senantiasa melekat dan akrab dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Quote