Banteng Muda Hizkia Darmayana: Temuan SETARA Institute Bukti Menguatnya Vigilantisme

Menurut Hizkia, temuan ini merupakan sinyal kuat menguatnya praktik vigilantisme di tengah masyarakat Indonesia.
Jum'at, 13 Maret 2026 10:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id -Kader Muda PDI Perjuangan yang juga Pengamat SosialHizkia Darmayanamenanggapi laporan terbaruSETARA Institutemengenai kondisi kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB) di Indonesia sepanjang tahun 2025.

Dalam laporan tersebut, SETARA Institute menemukan pelaku pelanggaran KBB paling banyak justru berasal dari kelompok warga sebagai aktor non-negara, dengan61 tindakan kekerasan atau intoleransi.

Menurut Hizkia, temuan ini merupakan sinyal kuat menguatnya praktikvigilantismedi tengah masyarakat Indonesia. Vigilantisme merujuk pada tindakan kelompok masyarakat yang secara sepihak melakukan penegakan norma atau moralitas tertentu di luar kerangka hukum negara.

Fenomena ini menunjukkan bahwa sebagian kelompok warga merasa memiliki legitimasi untuk menindak kelompok lain yang berbeda keyakinan atau praktik keagamaannya. Padahal, penegakan hukum dan perlindungan hak warga negara sepenuhnya merupakan kewenangan negara, ujar Hizkia dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).

Hizkia mengutip pandangan ilmuwan politikLes Johnston, yang mendefinisikan vigilantisme sebagai tindakan kelompok masyarakat yang mengambil alih fungsi penegakan norma secara sepihak tanpa mandat hukum dari negara.

Baca juga :