Cimahi, Gesuri.id Anggota Komisi VII DPR RI, Banyu Biru Djarot, menegaskan bahwa penguatan mekanisme valuasi kekayaan intelektual (intellectual property/IP) merupakan langkah krusial yang mendesak untuk membuka keran pembiayaan bagi industri animasi nasional.
Banyu menilai, hambatan utama yang dihadapi industri animasi saat ini bukan terletak pada kualitas karya, melainkan belum matangnya mekanisme pembiayaan berbasis IP tersebut.
Akibatnya, banyak studio animasi lokal yang memiliki kapasitas dan prospek cerah, tetap saja layu sebelum berkembang karena kesulitan memperoleh dukungan modal.
Baca:Kisah UnikGanjarPranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Yang menjadi masalah itu parameternya enggak ketemu. Apa yang bisa dikolateralkan (dijadikan jaminan), definisinya seperti apa? ujar Banyu Biru saat mengikuti Kunjungan Kerja Panitia Kerja (Panja) Kreativitas dan Distribusi Film Nasional Komisi VII DPR RI ke Ayena Studio di Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat (5/6/2026).