Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Edoardus Kaize, menegaskan bantuan alat pertanian yang disalurkan melalui aspirasi harus dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok tani, bukan untuk bisnis pribadi. Penegasan tersebut disampaikan saat menyerahkan bantuan alat pertanian kepada kelompok tani di Merauke, Papua Selatan, sebagai upaya mendukung produktivitas dan meringankan beban kerja petani.
Saya harap tidak terjadi ya, saya bantu lewat aspirasi terus dipakai bisnis untuk masuk kampung sendiri tidak boleh. Alat ini untuk bantu kelompok kita. Kalau sampai ketahuan dipakai sendiri, lebih baik alat kita ambil kembali kasih ke kelompok lain yang membutuhkan, kata Edoardus Kaize, dikutip Minggu (25/10/2026).
Edoardus Kaize mengingatkan, bantuan berupa traktor, jonder, dan combine harvester tidak boleh diperjualbelikan, disewakan untuk kepentingan pribadi, ataupun dibiarkan terbengkalai tanpa digunakan. Seluruh peralatan tersebut harus dikelola bersama oleh kelompok tani agar manfaatnya dapat dirasakan oleh para petani yang membutuhkan.
Menurut politikus PDI Perjuangan tersebut, bantuan alat pertanian diberikan untuk membantu petani yang selama ini masih mengandalkan tenaga manual dalam mengolah lahan. Dengan dukungan peralatan modern, proses pengolahan lahan diharapkan menjadi lebih efektif, beban kerja petani berkurang, dan hasil panen dapat meningkat.
Ia menekankan bahwa pengelolaan bantuan secara kolektif menjadi hal penting agar fasilitas yang diberikan benar-benar mendukung kepentingan bersama. Karena itu, setiap kelompok tani diharapkan memiliki komitmen untuk merawat dan memanfaatkan alat pertanian secara optimal sesuai dengan kebutuhan anggotanya.