Banda Aceh, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Rokhmin Dahuri, MS, menunaikan Sholat Subuh berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (24/10/2026).
Kehadiran Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University tersebut menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah aktivitas dan pengabdiannya kepada bangsa.
“Alhamdulillah, kami tidak menyangka bisa satu shaf dengan Prof. Rokhmin. Beliau sangat tawadhu, menyalami jamaah setelah sholat. Ini menjadi teladan bahwa setinggi apapun ilmu dan jabatan, tempat kembali terbaik adalah rumah Allah,” ujar salah seorang jamaah asal Lampriet, Banda Aceh.
Rokhmin Dahuri yang pernah menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan RI periode 2001–2004 pada era Presiden Megawati Soekarnoputri itu tampak membaur bersama ribuan jamaah tanpa protokoler berlebihan. Ia mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk di masjid kebanggaan masyarakat Aceh tersebut.
Usai sholat, Rokhmin melanjutkan kegiatan dengan mengikuti Halaqah atau Kuliah Subuh yang rutin digelar di Masjid Raya Baiturrahman. Kajian keagamaan tersebut menghadirkan ulama, pakar, dan cendekiawan, serta disiarkan melalui Radio Baiturrahman yang jangkauan siarannya hingga ke mancanegara.
Dalam suasana penuh kekhusyukan, Rokhmin duduk bersama jamaah dan menyimak materi kajian. Kehadirannya menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dan bangsa perlu berjalan beriringan dengan penguatan keimanan serta pembinaan diri.
Sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan dan Perikanan, Rokhmin selama ini dikenal aktif menyuarakan gagasan mengenai pembangunan maritim, ekonomi biru, dan kedaulatan pangan. Namun, di tengah berbagai agenda tersebut, penguatan spiritual tetap menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan yang seimbang antara pencapaian duniawi dan tanggung jawab kepada Tuhan.
Gagasan Rokhmin mengenai Islam Bahari juga menempatkan laut bukan semata-mata sebagai sumber ekonomi, melainkan bagian dari ruang kehidupan, dakwah, dan khazanah peradaban Islam. Dalam konteks ini, Aceh memiliki posisi penting karena sejarah panjang kemaritiman dan tradisi keislamannya yang kuat.
Materi Kuliah Subuh yang membahas pentingnya menjaga tiang agama melalui sholat, keikhlasan dalam berdagang, serta prinsip amar makruf nahi munkar, menjadi pengingat mengenai pentingnya nilai moral dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai-nilai tersebut juga relevan dengan upaya membangun Indonesia yang unggul secara intelektual, kuat secara ekonomi, dan kokoh secara spiritual. Pembangunan bangsa tidak hanya membutuhkan kecakapan, ilmu pengetahuan, serta kemampuan mengelola sumber daya, tetapi juga integritas dan landasan moral yang kuat.
Banda Aceh, yang pernah mengalami kehancuran akibat tsunami dan kemudian bangkit melalui kerja keras, solidaritas, serta kekuatan masyarakatnya, turut memberikan pelajaran mengenai pentingnya iman dan ukhuwah dalam menghadapi berbagai tantangan.
Menjelang pukul 06.30 WIB, para jamaah mulai meninggalkan masjid. Rokhmin terlihat berbincang hangat dengan sejumlah pengurus masjid dan jamaah sebelum melanjutkan aktivitasnya.
Momentum Sholat Subuh berjamaah di Masjid Raya Baiturrahman menjadi pengingat bahwa pembangunan kejayaan maritim Indonesia tidak hanya membutuhkan strategi, inovasi, dan kekuatan ekonomi, tetapi juga manusia yang memiliki integritas, ketulusan, serta keteguhan spiritual.

















































































