Jakarta, Gesuri.id- Laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Februari 2026 kembali menuai perhatian publik. Anggota Badan Anggaran (Banggar) dan Komisi XII DPR RI, Dr. (H.C) Drs. Cornelis, M.H menilai pemerintah perlu segera melakukan diversifikasi sumber pendapatan negara guna memperkuat ketahanan fiskal.
Menurut Cornelis, struktur penerimaan negara saat ini masih terlalu bertumpu pada pajak rakyat. Ketergantungan pada satu instrumen fiskal tersebut dinilai sebagai pendekatan lama yang berpotensi melemahkan stabilitas ekonomi nasional jika tidak diimbangi dengan optimalisasi sumber pendapatan lain.
Data Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa belanja negara tumbuh signifikan hingga 41,9% atau mencapai Rp493,8 triliun. Namun, di sisi penerimaan terjadi ketimpangan. Penerimaan pajak meningkat 30,4% menjadi Rp245,1 triliun, sementara Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) justru terkontraksi 11,4% menjadi Rp68 triliun. Yang paling mencolok, setoran Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) berupa dividen BUMN anjlok hingga 99,5% dan hanya menyisakan Rp0,1 triliun.
Baca:Perjalanan HidupGanjarPranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
Ini menunjukkan bahwa struktur pendapatan negara kita belum terdiversifikasi dengan baik. Negara masih sangat bergantung pada pajak rakyat, sementara optimalisasi aset negara belum berjalan maksimal, tegas Cornelis.