Dampak Perang Iran-Israel-AS, Giri Ramanda Kiemas Ajak Masyarakat Tingkatkan Ketahanan Pangan

Giri: Kita harus mengantisipasi secara dini kemungkinan terburuk yang akan terjadi 1-2 bulan kedepan.
Kamis, 19 Maret 2026 22:01 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Sejak pecah perang Iran-Israel, Amerika telah mulai berdampak terhadap perekonomian dunia yang berimbas dengan perekonomian Indonesia. Untuk itu, masyarakat Indonesia untuk mulai berhemat dan memanfaatkan lahan dengan tanaman yang bermanfaat yang bisa dimakan.

Kita harus mengantisipasi secara dini kemungkinan terburuk yang akan terjadi 1-2 bulan kedepan, ujar Anggota DPR RI Dr HM Giri Ramanda N Kiemas SE MM saat kegiatan Bukber sekaligus Sosialisasi 4 pilar Kebangsaan Pancasila, UUD 1945, NKRI Bhineka Tinggal Ika di Muara Enim, Selasa (17/3/2026).

Menurut Giri, bahwa sejak perang Israel Iran, Amerika pecah, harga minyak naik hingga mencapai 150 dolar perbarel. Sedangkan cadangan minyak Indonesia bisa bertahan sekitar 20 hari kedepan. Dan jika harga minyak terus naik dan eskalasi terus berlanjut maka akan menganggu perekonomian dunia khususnya Indonesia.

Lanjut Giri, jika 20 hari kedepan harga minyak tidak turun-turun dan perang tidak berhenti, maka Indonesia harus beli minyak dengan harga yang baru. Dampaknya, pemerintah harus menambah subsidi supaya harga minyak stabil di Indonesia namun imbasnya anggaran belanja negara bisa jebol sebab harganya sudah dua kali lipat dari harga sebelumnya yang telah dianggarkan dalam APBN.

Namun jika pemerintah memilih opsi menaikkan harga BBM, tentu akan menimbulkan gejolak di masyarakat karena akibat kenaikan BBM seperti meningkatkan biaya logistik dan produksi, yang berpotensi memicu inflasi harga barang pokok dan menurunkan daya beli masyarakat.

Baca juga :