Jakarta, Gesuri.id - Sejak pecah perang Iran-Israel, Amerika telah mulai berdampak terhadap perekonomian dunia yang berimbas dengan perekonomian Indonesia. Untuk itu, masyarakat Indonesia untuk mulai berhemat dan memanfaatkan lahan dengan tanaman yang bermanfaat yang bisa dimakan.
“Kita harus mengantisipasi secara dini kemungkinan terburuk yang akan terjadi 1-2 bulan kedepan,” ujar Anggota DPR RI Dr HM Giri Ramanda N Kiemas SE MM saat kegiatan Bukber sekaligus Sosialisasi 4 pilar Kebangsaan Pancasila, UUD 1945, NKRI & Bhineka Tinggal Ika di Muara Enim, Selasa (17/3/2026).
Menurut Giri, bahwa sejak perang Israel – Iran, Amerika pecah, harga minyak naik hingga mencapai 150 dolar perbarel. Sedangkan cadangan minyak Indonesia bisa bertahan sekitar 20 hari kedepan. Dan jika harga minyak terus naik dan eskalasi terus berlanjut maka akan menganggu perekonomian dunia khususnya Indonesia.
Lanjut Giri, jika 20 hari kedepan harga minyak tidak turun-turun dan perang tidak berhenti, maka Indonesia harus beli minyak dengan harga yang baru. Dampaknya, pemerintah harus menambah subsidi supaya harga minyak stabil di Indonesia namun imbasnya anggaran belanja negara bisa jebol sebab harganya sudah dua kali lipat dari harga sebelumnya yang telah dianggarkan dalam APBN.
Namun jika pemerintah memilih opsi menaikkan harga BBM, tentu akan menimbulkan gejolak di masyarakat karena akibat kenaikan BBM seperti meningkatkan biaya logistik dan produksi, yang berpotensi memicu inflasi harga barang pokok dan menurunkan daya beli masyarakat.
Lanjut mantan Ketua DPRD Sumsel ini, bahwa berdasarkan UU No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, batas maksimal defisit APBN ditetapkan sebesar 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Jika defisit direncanakan atau diperkirakan melampaui 3 persen, maka pemerintah wajib menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk merelaksasi atau mencabut sementara batasan 3 persen tersebut.
“Sekarang kita dipotong 30 persen, tahun depan kemungkinan lebih besar lagi. Makanya kita di daerah harus focus mana yang benar-benar penting,” ujar politisi PDI Perjuangan dari Sumsel Dapil 2 itu.
Untuk itu, lanjut Giri, Pemerintah agar segera melakukan langkah-langkah migitasi yang tepat agar dampak perang terhadap perekonomian global tidak terlalu mempengaruhi Indonesia secara besar-besaran sehingga tidak terlalu berdampak dengan perekonomian di masyarakat.
Ketika ditanya apakah ada kemungkinan dalam mengatasi krisis ini seperti menghentikan salah satu program pemerintah seperti MBG, Giri mengatakan kita sampai saat ini masih menunggu strategi apa yang akan dilakukan pemerintah kedepan dalam melakukan migitasi atas ketidakstabilan dan kepastian ekonomi dunia saat ini.

















































































