Jakarta, Gesuri.id Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menegaskan, pers merupakan alat perjuangan bangsa di segala zaman, dari masa penjajahan hingga era modern saat ini.
Danang menyampaikan sikap respek dan apresiasi kepada wartawan yang ia sebut sebagai seniman pena, yang tak pernah lelah mengobarkan semangat perjuangan sesuai dengan kebutuhan zamannya.
Pers bukan sekadar penyampai berita. Sejak dulu, pers adalah alat perjuangan dan pemersatu bangsa. Perannya berubah mengikuti zaman, tapi esensinya tetap sama, kata Danang dalam sesi dialog bersama insan pers pada Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Resto Sajian Kembang Turi, Sleman, Selasa (10/2).
Baca:GanjarTegaskan Pemuda Harus Benar-benar Siap
Danang mencontohkan peran pers pada masa pergerakan nasional, sebuah majalah pernah menyindir rakyat Indonesia yang tidak memiliki lagu kebangsaan, sehingga karenanya dianggap belum memiliki kesadaran kebangsaan. Sindiran tersebut, menurutnya, justru menjadi pemantik lahirnya kesadaran nasional, termasuk menginspirasi Wage Rudolf Supratman yang saat itu dikenal sebagai wartawan sekaligus musisi.