Darmadi Durianto Ingatkan Pemerintah Hati-Hati Bebaskan Bea Masuk Impor Gandum & Kedelai AS

Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi mengancam petani lokal dan kedaulatan pangan nasional.
Senin, 23 Februari 2026 18:01 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Darmadi Durianto, mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam mengimplementasikan kebijakan pembebasan tarif bea masuk 0 persen bagi produk pangan impor asal Amerika Serikat (AS), seperti kedelai dan gandum.

Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi mengancam petani lokal dan kedaulatan pangan nasional jika tidak disertai strategi penguatan produksi dalam negeri.

Pertama, kita harus melihat ini secara utuh dan objektif. Tarif 0 persen untuk impor kedelai dari Amerika Serikat memang bisa membantu stabilisasi harga dalam jangka pendek, terutama bagi pengrajin tempe dan tahu yang selama ini sangat sensitif terhadap fluktuasi harga bahan baku. Namun, kita tidak boleh berhenti pada logika jangka pendek, kata Darmadi, dikutip Minggu (22/2/2026).

Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat sebelumnya telah menandatangani perjanjian perdagangan timbal balik. Salah satu poin krusial dalam kesepakatan tersebut adalah kebijakan pembebasan tarif bea masuk 0 persen untuk sejumlah produk pangan asal AS, termasuk kedelai dan gandum.

Darmadi tidak menampik bahwa kebijakan tersebut memiliki dampak positif, terutama dalam menjaga stabilitas harga bahan baku bagi pelaku industri kecil seperti perajin tempe dan tahu. Namun, ia menegaskan manfaat itu hanya bersifat jangka pendek.

Baca juga :