Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto mengaku mendapatkan informasi dari para pelaku UMKM bahwa ada sejumlah produsen atau pabrik yang bekerja sama dengan e-commerce melakukan praktik predatory pricing (merusak harga pasar) dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.
Tentu saja praktik predatory pricing semacam ini bisa membuat pasar tidak kondusif. Praktik predatory pricing itu juga mengindikasikan adanya dugaan persekongkolan yang cukup kuat antara produsen dengan e-commerce selaku pemilik platform digital, tegas Bendahara Megawati Institute itu kepada wartawan, Kamis (5/10).
Selain itu, lanjut dia, praktik semacam itu juga bisa berefek negatif terhadap kegiatan usaha UMKM.