Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI, Siti Aisyah, menyoroti tingginya kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), prostitusi anak online, hingga maraknya penyelundupan narkotika di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), serta menekankan perlunya sinergi kuat antarlembaga untuk penanganan komprehensif.
Kondisi perdagangan orang ini sangat memprihatinkan. Sebagai contoh, di Riau banyak terjadi kasus perdagangan orang yang korbannya rupanya berasal dari NTT ini. Lebih banyak dari sini, ujar Siti Aisyah, dikutip Minggu(26/4/2026).
Siti Aisyah mengungkapkan bahwa NTT kerap menjadi daerah asal bagi para korban perdagangan manusia yang dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia, salah satunya ke Provinsi Riau. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya perhatian serius dari seluruh pihak terkait.
Ada faktor kemiskinan dan budaya di sini, misalnya tuntutan mahar yang terlalu tinggi yang kadang-kadang berujung pada utang keluarga. Ironisnya, yang menjual itu kadang bukan orang tuanya, melainkan kerabat seperti pamannya. Hal-hal seperti ini yang harus kita antisipasi bersama, tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa akar permasalahan TPPO di NTT sangat kompleks, mulai dari faktor ekonomi hingga tekanan budaya lokal. Karena itu, ia mendorong adanya koordinasi intensif dengan desa-desa binaan Imigrasi untuk mencegah keberangkatan ilegal.