Ikuti Kami

I Nyoman Parta Apresiasi Terungkapnya Pabrik Narkotika Jaringan Internasional di Vila Bali

Nyoman Parta: Saya memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala BNN, Polda Bali dan pimpinan Bea Cukai.

I Nyoman Parta Apresiasi Terungkapnya Pabrik Narkotika Jaringan Internasional di Vila Bali
Anggota Komisi III DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan daerah pemilihan Bali, I Nyoman Parta,

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan daerah pemilihan Bali, I Nyoman Parta, menyampaikan apresiasi kepada aparat penegak hukum atas keberhasilan mengungkap pabrik narkotika jaringan internasional yang beroperasi di sebuah vila di Bali, tepatnya di Villa Lavana, Desa Pering.

“Saya memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala BNN, Polda Bali dan pimpinan Bea Cukai atas keberhasilan mengungkap pabrik narkotika di Villa Lavana di Desa Pering. Ini menunjukkan kerja keras dan sinergi aparat penegak hukum dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika,” kata Parta, dikutip Senin (9/3/2026).

Parta menilai pengungkapan tersebut menunjukkan keseriusan aparat dalam memerangi peredaran narkotika yang semakin kompleks dan melibatkan jaringan lintas negara. 

Ia juga menilai kasus tersebut menjadi peringatan bahwa Bali tidak hanya menjadi target pasar narkotika, tetapi juga berpotensi dijadikan lokasi produksi oleh jaringan internasional.

“Kita harus waspada karena Bali bisa saja dijadikan tempat atau bahkan pabrik narkotika oleh jaringan internasional. Kasus ini membuktikan bahwa ancaman tersebut nyata dan harus ditangani secara serius,” ucap Parta.

Legislator asal Bali itu menegaskan bahwa pemberantasan narkotika tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum semata. 

Menurutnya, seluruh elemen masyarakat termasuk pelaku usaha pariwisata harus ikut berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan tempat usaha mereka.

“Kepada para pemilik akomodasi hotel, villa, maupun penginapan saya mengimbau agar setiap saat melakukan monitoring terhadap tempat usahanya. Jangan sampai fasilitas yang disediakan justru disalahgunakan untuk kegiatan ilegal seperti produksi narkotika,” ujarnya.

Ia juga menilai pentingnya penerapan standar operasional yang lebih ketat di sektor akomodasi, termasuk pendataan tamu yang jelas serta pengawasan terhadap aktivitas mencurigakan di area penginapan.

“Sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan pelaku usaha pariwisata sangat penting. Kita harus bersama-sama menjaga Bali agar tetap aman dan tidak dijadikan basis operasi jaringan narkotika internasional,” ujar Parta.

Parta mengingatkan bahwa keberadaan pabrik narkotika di Bali dapat merusak citra pariwisata daerah yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata dunia. Karena itu, ia berharap pengungkapan kasus tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan serta memperketat pengendalian terhadap berbagai potensi kejahatan transnasional di Bali.

“Bali adalah wajah pariwisata Indonesia di mata dunia. Kita harus memastikan bahwa daerah ini tetap aman, bersih dari narkotika, dan tidak dijadikan tempat operasi jaringan kejahatan internasional,” pungkasnya.

Quote