Banyuwangi, Gesuri.id Komisi XI DPR RI mendesak PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) dan PT Industri Kereta Api (Persero) (INKA) untuk memperkuat sinergi demi mengoptimalkan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) Tunai Tahun Anggaran 2025.
Kolaborasi erat antara operator dan produsen ini dinilai menjadi kunci utama agar industri perkeretaapian nasional mampu bersaing di kancah global.
Baca:9 Prestasi MenterengGanjarPranowo Selama Menjabat Gubernur
Anggota Komisi XI DPR RI, Didik Haryadi, menegaskan bahwa suntikan modal besar dari negara tidak akan berdampak maksimal tanpa adanya keharmonisan kerja antara kedua BUMN strategis tersebut. Sebagai catatan, pada tahun anggaran 2025, pemerintah mengalokasikan PMN Tunai sebesar Rp473 miliar untuk PT INKA dan Rp1,8 triliun untuk PT KAI.
Antara KAI dan INKA harus bersinergi. INKA harus siap menerima order domestik sebagai market di dalam negeri, tetapi juga harus memiliki orientasi ekspor, ujar Didik di sela-sela Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (19/6/2026).