Jakarta, Gesuri.id Lembaga pemeringkat internasional, Moodys Ratings, baru saja mempertahankan peringkat kredit (sovereign credit rating) Republik Indonesia pada level Baa2 dengan status investment grade.
Meski fundamental ekonomi nasional dinilai masih berada di jalur yang kuat, penetapan outlook negatif memberikan sinyal peringatan serius bagi arah kebijakan pemerintah ke depan.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dolfie O.F.P., menegaskan bahwa rapor dari Moodys ini adalah cermin bagi pemerintah untuk segera berbenah.
Baca:GanjarTegaskan Pemuda Harus Benar-benar Siap
Menurutnya, masalah utama yang disorot bukan lagi soal kapasitas ekonomi, melainkan kualitas tata kelola dan konsistensi kebijakan.