Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi V DPR RI, Edi Purwanto, menilai banyak anggaran dari APBN gagal terserap bukan karena pusat pelit, melainkan karena daerah tidak siap menjalankan program yang diusulkan sendiri.
Edi menyebut persoalan klasik seperti belum adanya Detail Engineering Design (DED), feasibility study (FS), hingga persoalan pembebasan lahan masih menjadi penghambat utama. Akibatnya, proyek yang sudah dianggarkan terpaksa ditunda, bahkan dananya ditarik kembali ke kas negara.
Ini masalah serius. Kalau daerah tidak siap, uang itu bisa ditarik kembali. Dan itu memalukan, tegas Edi, dikutip Kamis(15/1).
Menurutnya, kegagalan tersebut mencerminkan problem struktural birokrasi daerah yang masih lemah dalam perencanaan dan koordinasi lintas instansi.
Usulan proyek sering disampaikan tanpa kesiapan teknis yang matang, seolah hanya mengejar alokasi anggaran tanpa menghitung kemampuan pelaksanaan.