Edi Purwanto: Dari Kota Seberang, Aspirasi Itu Harus Cepat Dijawab

Oleh: Anggota Komisi V DPR RI dapil Jambi, Edi Purwanto.
Sabtu, 31 Januari 2026 14:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Saya sering mengatakan kepada kawan-kawan, politik itu sejatinya soal mendengar dan bergerak. Bukan sekadar hadir di ruang rapat atau berbicara di podium, tetapi memastikan bahwa setiap aspirasi masyarakat menemukan jalannya menuju solusi nyata. Dari sekian banyak wilayah di Jambi, Kota Seberang memiliki tempat tersendiri di hati saya. Wilayah ini kaya sejarah, kuat secara kultural, namun sering kali tertinggal dalam urusan infrastruktur.

Beberapa waktu lalu, saya berkunjung ke Pondok Pesantren Asad. Kunjungan yang awalnya sederhana itu justru membuka banyak percakapan penting. Bukan hanya soal pendidikan keagamaan, tetapi juga tentang kebutuhan dasar yang sering kali luput dari perhatian. Salah satunya adalah kondisi lingkungan sekitar Masjid An Najah yang selama ini menjadi kekhawatiran warga akibat ancaman abrasi dan longsor.

Sebagai anggota Komisi V DPR RI, saya paham betul bahwa infrastruktur bukan sekadar bangunan fisik. Ia menyangkut rasa aman, kenyamanan, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat. Maka ketika mendengar langsung aspirasi warga dan pengelola pesantren, saya meminta pihak balai untuk segera turun tangan. Alhamdulillah, responsnya cepat. Hari ini, Masjid An Najah sudah dilengkapi bronjong atau penahan tebing sepanjang kurang lebih 46 meter.

Bagi sebagian orang, angka 46 meter mungkin terdengar kecil. Namun bagi warga Kelurahan Olak Kemang, itu adalah jawaban dari kecemasan yang bertahun-tahun mereka rasakan. Infrastruktur memang sering diukur dengan angka dan panjang bangunan, tetapi dampaknya diukur dengan rasa tenang yang dirasakan masyarakat setiap hari.

Saya percaya, kehadiran negara harus terasa sampai ke gang-gang kecil, ke pesantren, ke masjid, dan ke ruang hidup masyarakat yang paling dekat dengan keseharian mereka. Itulah sebabnya saya mendorong agar pembangunan tidak berhenti di satu titik. Kota Seberang memiliki banyak pondok pesantren lain yang juga membutuhkan perhatian. Karena itu, saya menegaskan perlunya pemetaan menyeluruh agar pembangunan benar-benar tepat sasaran.

Baca juga :