Jakarta, Gesuri.id - Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya kini berkembang pesat melampaui fungsinya sebagai destinasi wisata edukasi. Memasuki usianya yang ke-3, kawasan ini bertransformasi menjadi benteng perlindungan pesisir, penyerap emisi karbon, hingga laboratorium hidup untuk pengembangan energi terbarukan.
Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan, menegaskan bahwa keberadaan KRM memiliki nilai strategis yang sangat vital bagi masa depan Kota Pahlawan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Selamat ulang tahun ke-3 untuk Kebun Raya Mangrove Surabaya. Ini adalah salah satu dari sedikit kebun raya di Indonesia, bahkan dunia, yang didedikasikan khusus untuk pengembangan ekosistem mangrove, ujar Eri usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Surabaya, Senin (27/7).
Baca:Kisah UnikGanjarPranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Selain menahan abrasi dan gelombang laut, ekosistem mangrove di kawasan Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya) ini terbukti efektif sebagai penangkap karbon (carbon sink). Eri mengungkapkan, manfaat ekologis tersebut mulai dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.