Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan menegaskan inovasi voucher parkir di Surabaya harus menjamin kemudahan akses bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang belum melek finansial digital.
Dia menekankan, sektor parkir merupakan layanan publik yang wajib mengedepankan prinsip inklusivitas, sehingga sistem pembayaran tidak bisa hanya bergantung pada transaksi digital.
Baca:Kisah UnikGanjarPranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Semua warga harus bisa mengakses layanan ini. Termasuk yang belum punya QRIS atau mobile banking. Voucher parkir ini jadi jembatan, kata Eri irawan, dikutip Sabtu (18/4/2026).
Menurutnya, skema voucher dirancang sebagai pelengkap sistem non-tunai yang sudah berjalan. Selain memperluas akses, kebijakan ini juga ditujukan untuk menutup potensi kebocoran retribusi parkir yang selama ini kerap terjadi di lapangan.