Jakarta, Gesuri.id - Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya menyatakan bahwa melalui edukasi kepada juru parkir (jukir) terkait penerapan parkir nontunai yang saat ini mulai diterapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya akan mampu mengurai berbagai hambatan yang dihadapi.
Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan menuturkan bahwa apapun hambatan dari adanya aturan baru, langkah edukasi dan komunikasi persuasif dinilai menjadi salah satu jalan untuk menyukseskan parkir nontunai pada 2026.
Baca:Ganjar-Risma Pimpin Aksi Kemanusiaan untuk Korban Bencana
Ini hanya masalah edukasi saja, pembiasaan juga. Apapun hambatannya kita urai pelan-pelan, komunikasi secara persuasif insya Allah bisa tercapai, kata Eri.
Ia mengatakan, dalam upaya untuk mengoptimalkan program dari Pemerintah Kota Surabaya tersebut tim gabungan dengan puluhan personel akan berpatroli di rayon-rayon yang ada di wilayah setempat.