Jakarta, Gesuri.id - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pekanbaru menuai beragam tanggapan, khususnya dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sejumlah pelaku usaha kecil mulai mengeluhkan dampak program tersebut terhadap rantai distribusi dan ketersediaan bahan pangan di pasar.
Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Zulkardi, menyatakan dukungannya terhadap program MBG sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Namun, ia memberi catatan tegas agar pelaksanaannya tidak mematikan ekosistem ekonomi lokal.
Baca: Ganjar Pranowo Pimpin Demo Hari Antikorupsi
"Secara umum, kehadiran MBG ini membawa dampak. Tapi jangan sampai karena program ini, UMKM kita justru terpuruk. Seharusnya mereka malah dilibatkan," ujar Zulkardi, Selasa (3/3).
Zulkardi mengungkapkan adanya laporan dari pedagang pasar mengenai sistem kontrak skala besar dalam pengadaan bahan pangan seperti ikan, ayam, dan telur untuk kebutuhan MBG. Kondisi ini dikhawatirkan akan menyulitkan pedagang kecil untuk mendapatkan pasokan barang.
"Kami menerima informasi bahwa beberapa komoditas sudah terikat kontrak besar untuk MBG. Akibatnya, pedagang kecil kesulitan mendapat barang. Hal ini tentu berdampak langsung pada kelangsungan usaha mereka," jelasnya.
Ia menekankan pentingnya transparansi agar tidak muncul kesan monopoli dalam rantai distribusi bahan pokok. Pasalnya, komoditas tersebut merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat luas, bukan hanya untuk keperluan program pemerintah.
Zulkardi berharap program prioritas pemerintah pusat ini berjalan selaras dengan pemberdayaan ekonomi daerah.
Baca: Ganjar Tekankan Kepemimpinan Strategis yang Berani
Menurutnya, pelibatan UMKM—termasuk pengelola dapur lokal—adalah solusi agar dampak positif program ini dirasakan secara merata.
1. Peluang Tumbuh: Menjadikan program MBG sebagai motor penggerak UMKM sekitar.
2. Partisipasi Lokal: Melibatkan pelaku usaha kecil dalam penyediaan bahan baku maupun pengolahan.
3 Pengawasan Ketat: Memastikan distribusi bahan pangan tetap stabil di pasar tradisional.
"Harusnya visi Presiden ini menjadi peluang bagi UMKM untuk tumbuh. Jika ada dapur-dapur yang ditunjuk, pastikan melibatkan UMKM di sekitarnya," pungkas Zulkardi.
DPRD Kota Pekanbaru pun berkomitmen untuk terus mendorong pengawasan maksimal agar program MBG memberikan kontribusi ganda: perbaikan gizi sekaligus penguatan ekonomi rakyat.

















































































