Jakarta, Gesuri.id Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati menilai kenaikan anggaran pendidikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 belum otomatis menunjukkan penguatan layanan pendidikan. Menurutnya, pemerintah masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah, mulai dari peningkatan kesejahteraan guru hingga pemerataan sarana dan prasarana pendidikan.
Persoalan utamanya bukan hanya berapa besar anggaran pendidikan secara menyeluruh, melainkan berapa banyak yang benar-benar sampai kepada sekolah, perguruan tinggi, guru, dosen, peserta didik, perpustakaan, serta peningkatan mutu pembelajaran, kata Esti dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria di Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun dalam RAPBN 2027, meningkat 13,9 persen atau sekitar Rp100 triliun dibandingkan alokasi 2026 sebesar Rp720,8 triliun. Namun, Esti menilai peningkatan tersebut belum tercermin secara signifikan dalam program pendidikan yang dijalankan kementerian terkait.
Anggaran pendidikan naik, tapi di rincian RAPBN 2027, jumlah untuk program pendidikan tidak naik signifikan, khususnya untuk Dikdasmen dan Dikti. Perpusnas juga hanya Rp400 miliar, ujarnya.
Baca:9 Prestasi MenterengGanjarPranowo Selama Menjabat Gubernur