Ferdinand Hutahaean: Polri Berada Langsung di Bawah Komando Presiden, Amanah Reformasi

"Jadi boleh tidak suka kepada orang-orang, pejabat-pejabat di Polri-nya, tapi jangan tidak pernah suka, jangan membenci institusinya."
Sabtu, 07 Februari 2026 12:01 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Politisi PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahaean menegaskan penempatan Polri tetap berada langsung di bawah komando Presiden merupakan amanah reformasi yang tidak perlu diubah, meski institusi tersebut tengah menghadapi berbagai kritik dari masyarakat.

Jadi boleh tidak suka kepada orang-orang, pejabat-pejabat di Polri-nya, tapi jangan tidak pernah suka, jangan membenci institusinya. Sehingga harus dihancurkan, harus dirusak, harus dikerdilkan, ujar Ferdinand di hadapan peserta diskusi.

Pernyataan itu disampaikan Ferdinand dalam acara Konsolidasi Pikiran bertajuk Mengawal Marwah Demokrasi: Polri di Bawah Presiden sebagai Amanah Reformasi yang diselenggarakan oleh Komrad Pancasila di Riase Jakarta, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026).

Ia mengakui, institusi Polri tidak lepas dari kritik publik, mulai dari persoalan perilaku oknum hingga penanganan laporan masyarakat yang dinilai lambat. Namun, menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan dengan mengubah kedudukan Polri dalam struktur ketatanegaraan.

Kita mengakui di institusi Polri itu banyak yang brengsek juga. Kita tidak menutup mata terhadap itu. Tetapi membereskan persoalan ini bukan dengan mengubah institusi Polri. Tidak. Bukan menempatkannya menjadi di bawah kementerian, tegasnya.

Baca juga :