Jakarta, Gesuri.id- Anggota Komisi V DPR RI Sofwan Dedy Ardyanto mendorong, pemerintah, regulator, dan maskapai berembuk mencari solusi jangka panjang untuk menghadapi gejolak harga avtur di pasar global.
Diketahui pemerintah turun tangan meredam dampak kenaikan harga avtur terhadap industri penerbangan nasional dengan menjaga kenaikan biaya penerbangan tetap terjangkau, dengan kenaikan harga tiket di rentang 9-13% seperti yang disampaikan Menko Perekonomian, Airlangga Hartanto, Senin (6/4)
Kebijakan ini langkah awal yang baik, tetapi pemerintah perlu memastikan solusi jangka panjang agar kenaikan biaya penerbangan tidak terus membebani masyarakat dan sektor lainnya ujarnya dalam keterangan pada wartawan, Rabu (8/4).
Baca:GanjarIngatkan Anak Muda Harus Jadi Subjek Perubahan
Lebih lanjut Sofwan menjelaskan jika sebelum terdampak perang, harga tiket domestik di Indonesia sudah tergolong tinggi karena tarif batas atas yang tidak disesuaikan sejak 2019, tingginya biaya operasional, terbatasnya jumlah armada serta faktor lain seperti PPN 11% pada avtur dan PJP2U yang berkontribusi meningkatkan harga akhir.