Jakarta, Gesuri.id – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti, memberikan catatan kritis terkait pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa sekolah yang mulai bergulir awal April ini.
MY Esti menegaskan bahwa hasil TKA tidak boleh disamaratakan antar-daerah dan dilarang menjadi tolok ukur kelulusan siswa.
Esti menilai, TKA harus dipandang sebagai penanda arah baru negara dalam mendefinisikan capaian belajar, bukan sekadar perubahan teknis evaluasi.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
"Harus dipastikan bahwa hasil TKA tidak dijadikan variabel kelulusan maupun syarat kelanjutan pendidikan siswa," ujar Esti dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini tengah melaksanakan TKA untuk jenjang SMP yang dimulai sejak 6 April 2026.
Meski nilai TKA menjadi komponen jalur prestasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMP) dan validator bagi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di perguruan tinggi, Esti mengingatkan fungsi aslinya sebagai alat pemetaan.
Menurutnya, fokus TKA pada literasi dan numerasi merupakan respons atas rapor merah pendidikan nasional dalam berbagai asesmen internasional. Namun, ia menekankan bahwa data yang dihasilkan harus berujung pada perbaikan nyata di lapangan.
"Yang perlu dicermati bukan hanya pelaksanaan tesnya, melainkan bagaimana hasil TKA benar-benar diterjemahkan menjadi koreksi terhadap kualitas pembelajaran di ruang kelas," tuturnya.
Baca: Ganjar Pranowo Tekankan Pentingnya Kritik
Selain menyoroti TKA, Esti mendorong Pemerintah untuk lebih memperhatikan kebutuhan dasar siswa pra-sekolah. Ia mengusulkan penguatan tes Intelligence Quotient (IQ) dan Emotional Quotient (EQ) untuk memetakan potensi kognitif serta kesiapan sosial anak sedini mungkin.
Menurutnya, memahami bakat dan minat murid sejak sebelum bangku SD akan membantu sekolah dalam menentukan target pembelajaran yang lebih personal.
"Yang utama dan perlu segera dipikirkan adalah tes IQ dan EQ sebelum anak masuk SD. Ini penting untuk membantu mengarahkan minat murid agar target pembelajaran tepat sasaran sesuai kondisi masing-masing anak," pungkas Esti.

















































































