Hak Siar Piala Dunia 2026 Gratis, Novita Minta Dampak Ekonomi bagi UMKM Dioptimalkan

Khususnya melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), industri kreatif, kuliner, hingga promosi pariwisata lokal.
Kamis, 11 Juni 2026 11:19 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id Penyelenggaraan siaran Piala Dunia FIFA 2026 di Indonesia diharapkan tidak sekadar menjadi agenda hiburan olahraga semata, melainkan harus dioptimalkan sebagai pengungkit roda ekonomi rakyat.

Momentum turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam menggerakkan aktivitas ekonomi daerah, khususnya melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), industri kreatif, kuliner, hingga promosi pariwisata lokal.

Baca:GanjarPranowo Akui Belajar Industri Kreatif dari K-POP

Harapan tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, seperti dikutip dari Parlementaria. Langkah TVRI yang memegang hak siar nasional untuk menayangkan seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026 secara gratis hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), dipandang sebagai peluang emas yang harus dimanfaatkan dengan matang.

Menurut Novita, luasnya jangkauan siaran gratis ini harus membuka ruang bagi tumbuhnya berbagai aktivitas ekonomi berbasis komunitas selama turnamen berlangsung. Ia menegaskan, Piala Dunia dapat menjadi instrumen penggerak ekonomi daerah apabila dikelola secara kreatif melalui program nonton bareng (nobar) resmi, festival UMKM, industri kuliner, serta promosi destinasi wisata setempat.

Baca juga :