Jakarta, Gesuri.id — Penyelenggaraan siaran Piala Dunia FIFA 2026 di Indonesia diharapkan tidak sekadar menjadi agenda hiburan olahraga semata, melainkan harus dioptimalkan sebagai pengungkit roda ekonomi rakyat.
Momentum turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam menggerakkan aktivitas ekonomi daerah, khususnya melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), industri kreatif, kuliner, hingga promosi pariwisata lokal.
Baca: Ganjar Pranowo Akui Belajar Industri Kreatif dari K-POP
Harapan tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, seperti dikutip dari Parlementaria. Langkah TVRI yang memegang hak siar nasional untuk menayangkan seluruh 104 pertandingan Piala Dunia 2026 secara gratis hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), dipandang sebagai peluang emas yang harus dimanfaatkan dengan matang.
Menurut Novita, luasnya jangkauan siaran gratis ini harus membuka ruang bagi tumbuhnya berbagai aktivitas ekonomi berbasis komunitas selama turnamen berlangsung. Ia menegaskan, Piala Dunia dapat menjadi instrumen penggerak ekonomi daerah apabila dikelola secara kreatif melalui program nonton bareng (nobar) resmi, festival UMKM, industri kuliner, serta promosi destinasi wisata setempat.
"Jangan sampai hak siar sudah dimiliki oleh negara, tetapi efek berganda (multiplier effect) ekonominya tidak maksimal dirasakan masyarakat. Momentum ini harus menjadi pesta rakyat, bukan hanya agenda siaran televisi," kata Novita.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Politisi dari Fraksi PDI-Perjuangan ini menambahkan bahwa perhelatan Piala Dunia 2026 bukan sekadar tayangan olahraga biasa, melainkan sebuah momentum nasional yang mampu menciptakan ruang kebersamaan sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat jika dipersiapkan secara optimal.
Oleh karena itu, ia menekankan bahwa keberhasilan penyiaran Piala Dunia 2026 semestinya tidak hanya diukur dari angka pemirsa atau kelancaran teknis penayangan pertandingan, tetapi juga dari sejauh mana momentum tersebut mampu menciptakan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat di berbagai pelosok daerah.
Lebih lanjut, Novita berharap adanya kolaborasi aktif antara pemerintah daerah, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, dan pelaku UMKM demi menyukseskan integrasi program ini. Dengan sinergi yang kuat, jangkauan luas siaran TVRI diharapkan tidak hanya memuaskan gairah para pencinta sepak bola nasional, tetapi juga melahirkan peluang-peluang usaha baru yang memperkuat ekonomi domestik.

















































































