Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Menjaga Rumah Bersama di Tengah Ambisi Pembangunan

Oleh: Edward Tanari, Kader PDI Perjuangan, Pegiat di Komunitas Tumbuh Bersama (KTB) dan Yayasan Mega Gotong Royong.
Jum'at, 05 Juni 2026 20:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni merupakan momentum bagi seluruh umat manusia untuk merefleksikan hubungan antara pembangunan, kesejahteraan, dan kelestarian alam. Pada tahun 2026, peringatan ini berfokus pada perubahan iklim, pada sinyal mendesak yang sedang dikirimkan Bumi kepada kita dan sinyal yang kita pilih untuk kirimkan kembali kepada generasi mendatang.

Kampanye global tahun ini menyerukan tindakan nyata melalui gerakan #NowForClimate, mengajak seluruh masyarakat dunia untuk bergerak lebih cepat, lebih jauh, dan memperkuat berbagai upaya untuk menjaga bumi sebagai rumah bersama.

Secara khusus, Indonesia kali ini menempatkan perhatian pada subtema nasional; Saatnya Bekerja untuk Iklim. Fokus utamanya adalah memperkuat komitmen nasional dalam menghadapi _Triple Planetary Crisis_, yaitu krisis perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan polusi. Ketiga krisis tersebut saling berkaitan dan menjadi tantangan besar yang harus dipertimbangkan dalam setiap kebijakan pembangunan.

Refleksi hari lingkungan hidup ini menjadi semakin relevan di tengah maraknya diskusi publik dan nobar film dokumenter *Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita* karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale. Film tersebut menggambarkan proses pembukaan hutan dalam skala besar di Papua Selatan, khususnya di wilayah Merauke, Boven Digoel, dan Mappi, untuk pengembangan proyek pangan dan energi.

Baca juga :