Jakarta, Gesuri.id - Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Drs Rapidin Simbolon mengapresiasi Keuskupan Agung Medan, khususnya Pastor Walden, yang menginisiasi penanaman pohon sebagai tindak lanjut dari perjuangan penutupan PT TPL.
“Terima kasih Keuskupan Agung Medan yang telah memberikan hati,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Rapidin menyumbangkan dana pribadi sebesar Rp50 juta untuk mendukung pemulihan kawasan hutan agar kembali berfungsi sebagai daerah tangkapan air Danau Toba.
Baca: Perjalanan Hidup Ganjar Pranowo Lengkap dengan Rekam Jejak
“Sebagai dukungan saya, akan saya sumbangkan Rp50 juta. Tidak seberapa, tapi ini bagian dari kegigihan untuk mengembalikan fungsi hutan,” katanya.
Ke depan, Rapidin menyebut akan mengupayakan tambahan bibit pohon melalui komunikasi dengan Ketua Komisi B DPRD Sumut, Sorta Ertaty Siahaan.
Ia juga memastikan DPD PDI Perjuangan Sumut dalam waktu dekat akan kembali turun ke lokasi untuk melakukan penanaman berbagai jenis pohon.
“Kami akan datang lagi untuk menanam. Saya yakin bisa mendatangkan bibit dari Aek Nauli dengan berbagai jenis pohon,” ujarnya.
Rapidin turut mengapresiasi AMAN Tano Batak yang dinilai konsisten mendampingi masyarakat adat dalam memperjuangkan hak serta menjaga tanah adat.
“Saya tahu persis pengabdian mereka luar biasa. Tepuk tangan untuk AMAN,” ucapnya.
Ia mengaku bangga dengan kegiatan tersebut dan menyebutnya akan menjadi catatan penting dalam pembahasannya di Komisi XIII DPR RI maupun kementerian terkait.
“Mari kita berjuang bersama, membebaskan ‘penderitaan’ pohon-pohon di sini, agar kembali merdeka dan burung-burung kembali ke habitatnya,” katanya.
Sementara itu, Pastor Walden Sitanggang menegaskan bahwa penanaman pohon ini penting dilakukan karena kawasan tersebut sebelumnya mengalami konflik lingkungan, namun kini memasuki tahap pemulihan.
Baca: Ganjar Ingatkan Tanggung Jawab Moral Politik
Ia menyebut, berdasarkan peta dari Kementerian Kehutanan, kawasan tersebut sudah dalam kondisi gundul.
“Misi kami bukan sekadar menanam pohon, tetapi juga menanamkan nilai keadilan dan keutuhan ciptaan. Tidak ada perdamaian tanpa keadilan, tanpa keutuhan ciptaan, dan tanpa kepastian hidup bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, penanaman dilakukan bersama lembaga adat yang diakui pemerintah, yakni Oppu Raja Ulosan Sinaga.
Pastor Walden juga mengapresiasi peran Rapidin Simbolon yang sejak awal menerima dan mendukung perjuangan mereka, termasuk saat menyampaikan aspirasi ke Komisi XIII DPR RI.

















































































