Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi XI DPR RI, Harris Turino, menyatakan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto memerlukan dukungan kapasitas fiskal yang kuat.
Saat ini, rasio penerimaan negara terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih tertahan di kisaran 12 persen, yang menempatkannya sebagai salah satu yang terendah di antara negara-negara anggota G20.
Negara tidak mungkin diminta bekerja lebih besar apabila kapasitas penerimaannya masih terbatas, ujar Harris dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/5).
Pemerintah disarankan mencari sumber pendapatan baru tanpa memberikan beban tambahan kepada masyarakat maupun sektor usaha yang selama ini telah patuh membayar pajak. Sektor ekonomi digital menjadi salah satu area potensial yang dinilai belum digarap secara optimal.
Baca:9 Prestasi MenterengGanjarPranowo Selama Menjabat Gubernur