Harris Turino Uji Independensi Destry Damayanti, Soroti Risiko Target Pertumbuhan 8 Persen

Harris juga menguji sikap Destry apabila pemerintah mendorong target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.
Rabu, 26 Agustus 2026 19:30 WIB Jurnalis - Ali Imron

Jakarta, Gesuri.id Independensi Bank Indonesia (BI) menjadi sorotan utama Anggota Komisi XI DPR RI Harris Turino saat mendalami visi dan kesiapan calon Gubernur BI Destry Damayanti. Dirinya ingin memastikan Destry mampu menjalankan mandat bank sentral secara independen, termasuk ketika kebijakan moneter BI berhadapan dengan kepentingan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Harris dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi XI DPR RI dengan calon Gubernur BI dalam rangka uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026). Menurutnya, persoalan independensi menjadi penting lantaran Destry telah sekitar tujuh tahun menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan kini berpeluang menduduki posisi tertinggi di bank sentral.

Maka kalau hari ini Ibu diberi amanah untuk menjadi Gubernur Bank Indonesia, bagaimana kami bisa percaya bahwa yang kami pilih adalah seorang Destry Damayanti, bukan Perry Warjiyo jilid kedua? tanya Harris.

Bagi Harris, pertanyaan tersebut bukan sekadar menyangkut pergantian figur, melainkan bagaimana calon Gubernur BI menunjukkan karakter kepemimpinan dan kebijakan yang mampu menjaga independensi bank sentral. Terlebih, BI berada pada posisi strategis dalam menjaga keseimbangan antara stabilitas nilai rupiah, pengendalian inflasi, dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Harris juga menguji sikap Destry apabila pemerintah mendorong target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, sementara kebijakan untuk mengejar target tersebut berpotensi meningkatkan tekanan terhadap inflasi dan nilai tukar rupiah. Ia mempertanyakan apakah BI akan tetap mengambil kebijakan berdasarkan mandat dan kalkulasi ekonomi bank sentral apabila kebijakan pemerintah untuk mengejar pertumbuhan dinilai berisiko terhadap stabilitas makroekonomi.

Baca juga :