Manggarai, Gesuri.id — Penanganan pascabencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan pasokan bantuan pusat secara menyeluruh.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama pemulihan lokasi terdampak.
Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
"Dengan keterbatasan APBD yang ada di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi, peran dan dukungan pemerintah pusat menjadi tumpuan utama masyarakat," ujar Selly saat mengunjungi Posko Bencana di Kecamatan Reok, Manggarai, Senin (24/8).
Selain masalah anggaran, legislator PDI Perjuangan ini menggarisbawahi dua fokus utama perbaikan:
- Integrasi Data Bencana: Sinkronisasi data antar-lembaga (TNI, Polri, Kemenpu, Kemendes, Kemenkes) wajib diperbarui secara kontinu agar penyaluran bantuan tidak tumpang-tindih.
- Respon Cepat Pengungsian: Penyebaran titik pengungsian yang meluas menuntut pemutakhiran data real-time agar bantuan logistik terdistribusi merata.
Baca: Ini Resep Ganjar Pranowo Yang Selalu Fit dan Bugar
Kepala BNPB, Sunaryanto, mengonfirmasi bahwa tim di lapangan terus melakukan verifikasi harian terhadap kerusakan infrastruktur dan kebutuhan pengungsi.
"Pendataan terhadap korban, fasilitas umum, dan pemukiman warga yang rusak kami perbarui setiap hari untuk menyesuaikan dengan kondisi terkini di lapangan," terangnya.

















































































