Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI, I Wayan Sudirta, mempertanyakan sejauh mana Indonesia telah benar-benar mencapai kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran setelah 81 tahun merdeka. Menurutnya, peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia harus menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan bangsa, bukan sekadar perayaan seremonial.
Sudahkah tema tersebut menjadi realitas yang dihirup oleh 280 juta rakyatnya, atau ia masih sekadar slogan kosong yang didaur ulang setiap bulan Agustus?, kata Wayan di Jakarta, Senin (17/8/2026).
Menurut Wayan, tema HUT ke-81 RI, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur, harus benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat. Ia mempertanyakan apakah tiga nilai tersebut telah menjadi realitas dalam kehidupan sekitar 280 juta rakyat Indonesia atau masih sebatas slogan yang kembali digaungkan setiap Agustus.
Secara filosofis, kata dia, kemerdekaan bukanlah garis akhir. Kemerdekaan merupakan pintu gerbang untuk membangun peradaban sebagaimana semangat yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.
Wayan melihat bentuk perjuangan mempertahankan kemerdekaan saat ini telah berubah. Menurutnya, musuh bangsa tidak lagi datang dari seberang lautan dengan kapal-kapal perang, melainkan dapat muncul dari dalam negeri sendiri melalui praktik kekuasaan yang menyimpang dan kepentingan yang mengabaikan rakyat.