Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI I Wayan Sudirta menegaskan setiap tindakan maupun sikap Anggota DPR RI selalu menjadi perhatian publik. Karena itu, MKD memiliki tanggung jawab untuk menjaga marwah lembaga dengan memastikan setiap persoalan yang berdampak terhadap kepercayaan masyarakat ditangani sesuai ketentuan kode etik.
Kami harus bijak menghadapi setiap persoalan karena kami adalah wakil rakyat. Ketika masyarakat merasa kecewa atau marah terhadap suatu peristiwa, tentu hal itu menjadi perhatian MKD. Kalau kami tidak merespons, itu juga tidak bisa, kata Wayan saat Kunjungan Kerja MKD DPR RI ke Polres Gresik, Jawa Timur, dikutip Sabtu (25/7/2026).
Wayan menjelaskan, dalam praktiknya terdapat sejumlah peristiwa yang secara aturan belum tentu masuk kategori pelanggaran berat. Namun, apabila suatu tindakan memicu kegelisahan di tengah masyarakat dan berdampak terhadap citra DPR RI, MKD tetap berkewajiban melakukan penelaahan serta mengambil langkah sesuai ketentuan kode etik.
Menurutnya, tugas MKD tidak hanya berfokus pada penegakan aturan secara formal, tetapi juga menjaga kehormatan lembaga melalui penguatan etika publik. Hal tersebut penting agar kepercayaan masyarakat terhadap DPR RI tetap terpelihara.
Pernah ada anggota yang menunjukkan rasa senangnya setelah mendengar pidato Presiden. Namun, setelah peristiwa itu berlalu, muncul anggapan di masyarakat bahwa mereka bergembira karena mendapat kenaikan tunjangan. Padahal faktanya bukan demikian, jelas Politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut.