Jaga Keuangan PT KAI, BAKN DPR Desak Pemerintah Disiplin Mitigasi Utang KCIC

Permintaan itu disampaikan usai BAKN DPR RI melakukan pertemuan membahas penyelesaian utang KCIC.
Sabtu, 12 September 2026 21:13 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesur.id - Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Andreas Eddy Susetyo meminta pemerintah menyiapkan rencana cadangan atau plan B dalam proses pengalihan utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), menyusul besarnya potensi molornya penyelesaian dari target 15 September.

Permintaan itu disampaikan usai BAKN DPR RI melakukan pertemuan membahas penyelesaian utang KCIC.

Baca:GanjarPranowo Ingin Buat Program Perlindungan Bagi Anak-anak

Kami menekankan dalam hal ini BAKN, agar disiapkan plan B atau rencana cadangan kalau nanti penyelesaian daripada proses pengambilalihan utang ini belum bisa selesai padahal jatuh tempo dari utang KCIC ini sudah berjalan, sehingga ini tidak memberatkan keuangan daripada PT Kereta Api Indonesia, ujar Andreas saat diwawancarai oleh Parlementaria setelah Kunjungan Kerja Spesifik BAKN DPR RI ke PT. KAI Bandung, Kamis (10/9).

Ia menjelaskan prosesdue diligence yang tengah berjalan diperkirakan sulit rampung sesuai target yang direncanakan. Karena itu sekenario cadangan mesti disiapkan agar keuangan PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak terganggu apabila tenggat waktu penyelesaian tidak dapat dieksekusi tepat waktu.

Baca juga :