Ikuti Kami

Samuel Wattimena Soroti Sulitnya Akses KUR bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Berbasis IP di Depok

Persoalan ini dinilai menjadi tantangan serius di tengah ambisi Kota Depok mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif.

Samuel Wattimena Soroti Sulitnya Akses KUR bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Berbasis IP di Depok
Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena.

Depok, Gesuri.id — Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, menyoroti masih sulitnya pelaku ekonomi kreatif mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR), khususnya bagi mereka yang mengandalkan kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) sebagai agunan utama.

Persoalan ini dinilai menjadi tantangan serius di tengah ambisi Kota Depok mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif. Padahal, Depok dinilai memiliki potensi besar karena dikelilingi perguruan tinggi ternama serta melahirkan banyak talenta industri kreatif.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

"Depok ini sudah kita kenal sebagai creative city. Di sini dikelilingi universitas unggulan seperti UI, Gunadarma, UPN, dan lainnya. Banyak desainer dan pekerja kreatif lahir dari kota ini. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya ditopang dari sisi akses permodalan," tegas Samuel saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Depok, Jawa Barat, Kamis (10/9).

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut mempertanyakan efektivitas penyaluran KUR bagi penggiat kreatif lokal, mengingat persoalan regulasi agunan berbasis IP masih menjadi hambatan di tingkat nasional.

"Para pemilik IP ini belum bisa menjadikan karya-karya mereka sebagai agunan perbankan. Ini menjadi ironi ketika karya intelektual makin memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi belum diakui sebagai aset penjamin pembiayaan," ujanya.

Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur

Samuel berharap Depok dapat menjadi pionir dalam mendobrak hambatan pembiayaan tersebut. Menurutnya, persoalan KUR bukan sekadar ketersediaan alokasi dana, melainkan kesiapan skema pembiayaan dalam merangkul sektor usaha berbasis kekayaan intelektual.

"Status Depok sebagai kota kreatif seharusnya diikuti dengan ekosistem pembiayaan yang adaptif, sehingga kreativitas benar-benar dapat diubah menjadi kekuatan ekonomi masyarakat," tutup Samuel.

Quote