Jakarta, Gesuri.id -Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlangsung selama beberapa pekan dan mulai berdampak terhadap aktivitas masyarakat, pendidikan, kesehatan hingga mobilitas melalui transportasi udara.
Sedikitnya 12 titik karhutla masih membutuhkan penanganan.
Dampaknya dirasakan dari sisi ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Dari sisi udara atau ISPU, kondisi udara kita sudah tidak sehat, kata Tjhai Chui Mie di Singkawang, Sabtu (29/8/2026).
Kondisi kualitas udara tersebut mendorong Pemerintah Kota Singkawang mengambil langkah untuk mengurangi aktivitas pembelajaran tatap muka. Saat ini kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik dilakukan secara daring sebagai upaya mengurangi paparan asap.
Selain sektor pendidikan, karhutla juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Kondisi asap dan cuaca turut mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Singkawang sehingga akses masyarakat menuju maupun keluar daerah ikut terdampak.