Ikuti Kami

Karhutla Semakin Ganggu Warga, Tjhai Chui Mie Perkuat Penanganan di Singkawang

Sedikitnya 12 titik karhutla masih membutuhkan penanganan.

Karhutla Semakin Ganggu Warga, Tjhai Chui Mie Perkuat Penanganan di Singkawang
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlangsung selama beberapa pekan.

Jakarta, Gesuri.id - Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berlangsung selama beberapa pekan dan mulai berdampak terhadap aktivitas masyarakat, pendidikan, kesehatan hingga mobilitas melalui transportasi udara.

Sedikitnya 12 titik karhutla masih membutuhkan penanganan.

"Dampaknya dirasakan dari sisi ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Dari sisi udara atau ISPU, kondisi udara kita sudah tidak sehat," kata Tjhai Chui Mie di Singkawang, Sabtu (29/8/2026).

Kondisi kualitas udara tersebut mendorong Pemerintah Kota Singkawang mengambil langkah untuk mengurangi aktivitas pembelajaran tatap muka. Saat ini kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik dilakukan secara daring sebagai upaya mengurangi paparan asap.

Selain sektor pendidikan, karhutla juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Kondisi asap dan cuaca turut mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Singkawang sehingga akses masyarakat menuju maupun keluar daerah ikut terdampak.

Tjhai Chui Mie mengatakan pemerintah bersama TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, BPKS dan Masyarakat Peduli Api (MPA) terus melakukan pemadaman dengan strategi pengepungan terhadap titik api.

Upaya penanganan juga diperkuat dengan penyediaan sumber air untuk mendukung operasi pemadaman. TNI telah membuka tiga sumur bor dan pemerintah daerah menyiapkan penambahan apabila kebutuhan air di lapangan masih belum mencukupi.

"Kita juga akan membuat saluran agar api tidak merambat dari satu lahan ke lahan lainnya," ujarnya.

Pemkot Singkawang juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat dan pihak swasta yang ikut membantu penanganan karhutla, antara lain dengan menyuplai air dan membantu penyemprotan di lokasi kebakaran.

"Ini menjadi kebanggaan kita karena masyarakat ikut bergerak," katanya.

Untuk mempercepat koordinasi, pemerintah daerah telah membentuk posko penanganan karhutla di Singkawang Selatan dan Singkawang Utara serta posko pusat di Kantor Wali Kota Singkawang. Pemantauan kondisi lapangan dilakukan secara berkelanjutan oleh tim gabungan.

Di tengah kondisi tersebut, Pemkot Singkawang juga menggandeng tokoh lintas agama untuk melakukan doa bersama memohon turunnya hujan sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi karhutla.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Singkawang Muhlis mengatakan pihaknya juga telah mengimbau masjid-masjid untuk mendoakan turunnya hujan dalam khutbah dan pelaksanaan salat Jumat.

"Mudah-mudahan hujan segera turun," katanya.

Muhlis mengatakan, apabila hujan belum turun, MUI Kota Singkawang dijadwalkan kembali melakukan rapat pada 1 September 2026 untuk membahas kemungkinan pelaksanaan Shalat Istisqa'.

Quote