Kematian Lima Calon Manajer Kopdes, Siti Aisyah: Calon Manajer Koperasi Bukan Prajurit Tempur

Calon manajer Kopdes bukan prajurit tempur. Mereka dipersiapkan untuk mengelola koperasi, memperkuat ekonomi desa, dan melayani masyarakat.
Minggu, 28 Juni 2026 14:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Siti Aisyah, menyoroti meninggalnya lima calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kopdeskel) dalam kegiatan latihan dasar militer. Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan tragedi serius yang harus diusut secara menyeluruh sekaligus menjadi momentum untuk mengevaluasi standar keselamatan, relevansi metode pelatihan, dan mekanisme pengawasan dalam program tersebut.

Saya menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya lima calon manajer Kopdes/Kopdeskel dalam kegiatan latihan dasar militer. Peristiwa ini tidak boleh dianggap sebagai risiko biasa dalam pelatihan. Hilangnya nyawa peserta adalah tragedi serius yang wajib diusut secara terang, objektif, dan akuntabel, tegasnya, dikutip Minggu (28/6/2026).

Siti Aisyah menilai perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap konsep pelatihan yang diterapkan. Ia mengingatkan calon manajer koperasi dipersiapkan untuk mengelola kelembagaan ekonomi desa, bukan menjalankan tugas sebagai prajurit tempur. Karena itu, metode pembinaan harus disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi yang akan dijalankan peserta di lapangan.

Calon manajer Kopdes bukan prajurit tempur. Mereka dipersiapkan untuk mengelola koperasi, memperkuat ekonomi desa, dan melayani masyarakat. Karena itu, pelatihan harus proporsional dengan kebutuhan tugas, menjamin keselamatan peserta, serta tidak boleh menggunakan pendekatan fisik yang berlebihan, ujarnya.

Lebih lanjut, Siti menegaskan belasungkawa saja tidak cukup. Menurutnya, pemerintah perlu membuka seluruh proses penyelenggaraan pelatihan kepada publik untuk memastikan apakah seluruh prosedur keselamatan telah dijalankan sesuai standar.

Baca juga :