Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, meminta pemerintah membuka secara transparan perkembangan kinerja Koperasi Desa Merah Putih yang telah beroperasi.
Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui data yang jelas mengenai jumlah koperasi yang sudah berjalan, omzet, laba bersih, hingga dampaknya terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja.
"Salah satu koperasi Desa Merah Putih itu untungnya hanya Rp78.000 untung bersih. Bayangkan, modal Rp3.000.000.000, untung bersihnya Rp78.000. Hanya 0,0026% dari Rp3.000.000.000, Pak Menteri. Bahkan jangan-jangan tahu, itu bukan untung per hari loh Rp78.000 setelah kami baca lebih detail. Bukan untung per bulan, untung 6 bulan selama dia berdiri, Pak Menteri," kata Mufti, dikutip Kamis (6/8/2026).
Mufti mengatakan, temuan tersebut menjadi alasan penting bagi pemerintah untuk menyampaikan laporan perkembangan program secara terbuka. Menurutnya, transparansi diperlukan agar masyarakat dapat mengetahui sejauh mana efektivitas Koperasi Desa Merah Putih dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
"Maka pertanyaan kami, Pak Menteri, sebenarnya koperasi yang sudah dibangun itu berapa? Berapa yang sudah beroperasi? Omsetnya berapa? Labah bersih berapa? Berapa yang mampu meningkatkan pendapatan rakyat? Berapa yang sudah mampu menghayar tenaga kerja yang dijanjikan oleh negara?," ucapnya.
Ia menegaskan bahwa penyampaian data yang komprehensif akan membantu publik menilai capaian program secara objektif. Dengan adanya informasi yang lengkap, pembahasan mengenai Koperasi Desa Merah Putih tidak lagi didasarkan pada asumsi maupun informasi yang belum terverifikasi.
"Maka dari itu sebenarnya kegiatan seperti ini, apa yang saya tanyakan sebenarnya perlu dijelaskan. Dengan begitu kita tidak lagi berasumsi-asumsi berdasarkan isu-isu liar yang ada di media, Pak Menteri. Tapi berpegang pada isu yang Bapak sampaikan di forum ini begitu," pungkasnya.

















































































