Kenneth Nilai Tragedi Kelam di Kabupaten Ngada Jadi Alarm Keadilan Sosial Pendidikan

Keadilan sosial di bidang pendidikan belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh anak Indonesia, khususnya di daerah.
Jum'at, 06 Februari 2026 05:59 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya seorang murid sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga mengakhiri hidupnya karena tidak mampu membeli peralatan tulis sekolah.

Pria yang akrab disapa Bang Kent itu mengatakan, peristiwa tragis tersebut menjadi luka mendalam sekaligus peringatan keras bagi seluruh pemangku kepentingan, bahwa keadilan sosial di bidang pendidikan belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh anak Indonesia, khususnya di daerah.

Ini bukan sekadar tragedi keluarga, tetapi tragedi kemanusiaan. Pendidikan seharusnya menjadi ruang aman dan harapan bagi anak-anak, bukan justru menjadi sumber tekanan yang berujung pada hilangnya nyawa, ujar Kent dalam keterangannya, Kamis (5/2).

Baca:GanjarPranowo Tegaskan Pentingnya Integritas bagi Pemimpin

Kent menegaskan, bahwa negara tidak boleh abai terhadap kondisi psikologis dan kebutuhan dasar peserta didik, sekecil apa pun itu. Alat tulis, lanjutnya, merupakan sarana utama dalam proses belajar yang seharusnya dapat diakses oleh setiap anak tanpa kecuali.

Baca juga :