Ikuti Kami

Hemat BBM, Wali Kota Semarang Terapkan WFH ASN Setiap Jumat

Unit pelayan masyarakat yang bersifat krusial dan bersentuhan langsung dengan publik tetap diwajibkan beroperasi 100 persen.

Hemat BBM, Wali Kota Semarang Terapkan WFH ASN Setiap Jumat
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.

Jakarta, Gesuri.id – Pemerintah Kota Semarang resmi menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat terkait penerapan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Mulai 1 April 2026, para abdi negara di lingkup Pemkot Semarang akan melaksanakan WFH setiap hari Jumat.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menjelaskan bahwa langkah ini selaras dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri. Fokus utama dari kebijakan ini adalah efisiensi energi, khususnya menekan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Baca: Ganjar Pranowo Tekankan Pentingnya Kritik

"Ini merupakan strategi untuk menghemat penggunaan BBM. Target utamanya (outcome), dengan berkurangnya aktivitas di kantor, maka konsumsi BBM juga otomatis menurun," ujar Agustina, Rabu (1/4).

Meskipun kebijakan WFH diberlakukan, Agustina menegaskan bahwa tidak semua ASN bisa bekerja dari rumah. Unit pelayan masyarakat yang bersifat krusial dan bersentuhan langsung dengan publik tetap diwajibkan beroperasi 100 persen.

Beberapa sektor yang dikecualikan dari WFH antara lain:

1. Rumah Sakit dan layanan kesehatan.

2. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Perizinan).

3. Sektor pelayanan publik vital lainnya.

"Pelayanan harus tetap terjaga dan tidak boleh ada yang macet. Roda pemerintahan harus tetap berputar meski di hari Jumat," tegasnya.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

Terkait teknis pelaksanaan, Pemkot Semarang tengah merumuskan Petunjuk Teknis (Juknis) dan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak). Agustina meminta setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melaporkan estimasi efisiensi anggaran yang dihasilkan dari kebijakan ini.

Nantinya, angka penghematan tersebut akan ditetapkan secara resmi dalam proses perubahan anggaran. Untuk memastikan produktivitas tetap terjaga, sistem pengawasan ketat akan segera disiapkan.

"Kita butuh pola sistem khusus. Wali Kota maupun Inspektorat tidak bisa mengawasi sendirian. Harus ada mekanisme yang terintegrasi agar kualitas kerja tidak menurun meski dilakukan dari rumah," pungkas Agustina.

Quote