Kerugian Akibat Karhutla Lebih dari Rp130 Triliun, Rokhmin Dahuri: Petani, Nelayan, Peternak Terancam

Selain sebabkan kerusakan lingkungan, karhutla juga menimbulkan kerugian ekonomi, gangguan kesehatan, dan risiko penurunan produksi pangan.
Kamis, 29 Oktober 2026 18:02 WIB Jurnalis - Ananda Okctaviani

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, menyampaikan keprihatinannya terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang selama lima bulan terakhir mengancam kehidupan petani, nelayan, peternak, serta masyarakat yang bergantung pada sektor pangan.

Selain menyebabkan kerusakan lingkungan, karhutla juga menimbulkan kerugian ekonomi, gangguan kesehatan, dan risiko penurunan produksi pangan akibat kekeringan serta kenaikan suhu.

Dalam kesempatan yang baik ini, saya ingin mengucapkan rasa empati dan prihatin kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya petani, nelayan, peternak, dan stakeholder lain di bidang pangan yang sudah lima bulan terakhir ini terkena dampak karhutla, kebakaran hutan dan lahan, ujar Rokhmin, Kamis (29/10/2026).

Rokhmin merujuk survei Center of Economic and Law Studies (CELIOS) yang memperkirakan kerugian ekonomi akibat karhutla mencapai lebih dari Rp130 triliun. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan dari sisi perekonomian, tetapi juga memengaruhi kesehatan masyarakat dan keberlangsungan usaha di sektor pertanian, perikanan, serta peternakan.

Dampak karhutla ini luar biasa, bukan hanya aspek ekonomi yang menurut survei CELIOS mencapai lebih dari Rp130 triliun, tetapi juga dampak kesehatan, kemudian dampak terhadap saudara-saudara kita, petani, nelayan, ucapnya.

Baca juga :