Kesuma Kelakan Bakar Nasionalisme Berbasis Empat Pilar di Tengah Arus Digital & Konflik Sosial

"Nasionalisme adalah sikap hidup yang harus tercermin dalam keseharian kita sebagai warga negara."
Selasa, 23 Desember 2025 18:01 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Anggota Badan Pengkajian MPR RI, I.G.N. Kesuma Kelakan, S.T., M.Si., menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan hingga ke tingkat desa sebagai fondasi menjaga persatuan bangsa di tengah tantangan globalisasi, derasnya arus informasi digital, serta potensi konflik sosial berbasis perbedaan.

Penegasan tersebut disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Taman Bali, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli.

Nasionalisme itu bukan sekadar slogan atau simbol. Nasionalisme adalah sikap hidup yang harus tercermin dalam keseharian kita sebagai warga negara, kata politisi senior yang pernah menjabat Wakil Gubernur Bali dan anggota DPD RI Perwakilan Bali itu, dikutip pada Senin (22/12/2025).

Kesuma Kelakan menjelaskan, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan keragaman etnis, budaya, bahasa, dan agama membutuhkan landasan kebangsaan yang kokoh agar perbedaan tidak berkembang menjadi sumber konflik.

Dalam konteks tersebut, Empat Pilar KebangsaanPancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ikamenjadi pedoman utama dalam menjaga jati diri dan karakter bangsa.

Baca juga :