Ikuti Kami

Sadarestuwati Kunjungan Lapangan Tinjau Potensi Wonosalam: Kekuatan Pangan Dimulai dari Desa

Kekuatan pangan nasional sejatinya dimulai dari desa melalui pengelolaan lahan yang optimal dan berbasis kearifan lokal.

Sadarestuwati Kunjungan Lapangan Tinjau Potensi Wonosalam: Kekuatan Pangan Dimulai dari Desa
Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati, melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau potensi sektor pertanian dan perkebunan di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, baru-baru ini.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati, melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau potensi sektor pertanian dan perkebunan di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, baru-baru ini.

Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan kekuatan pangan nasional sejatinya dimulai dari desa melalui pengelolaan lahan yang optimal dan berbasis kearifan lokal.

“Kita bisa melihat dan membuktikan langsung bagaimana tanah subur di Wonosalam ini benar-benar menghidupi warganya. Ini adalah bukti nyata bahwa kekuatan pangan kita itu sejatinya dimulai dari desa,” ujar perempuan yang akrab disapa Mbak Estu itu, dikutip Minggu (24/5/2026).

“Ketika warga desa mampu mengoptimalkan potensi tanah mereka sendiri dengan tanaman pangan dan perkebunan yang bernilai tinggi, mereka tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga memperkuat pilar kedaulatan pangan bangsa,” lanjut anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI itu.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat implementasi nyata program ketahanan pangan berbasis kearifan lokal yang berkembang di masyarakat perdesaan. Kawasan Wonosalam yang berada di lereng pegunungan dikenal memiliki tanah subur yang menjadi sumber penghidupan utama warga setempat.

Dalam kunjungannya, Mbak Estu menyoroti sejumlah komoditas unggulan seperti kopi Wonosalam yang telah menembus pasar internasional, tanaman jahe sebagai bagian dari tanaman obat keluarga (toga), hingga budidaya porang yang kini menjadi komoditas ekspor baru.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan lahan di Wonosalam membuktikan bahwa kedaulatan pangan nasional tidak dapat dipisahkan dari peran aktif masyarakat desa dalam memanfaatkan potensi wilayahnya.

Politisi senior PDI Perjuangan itu juga menilai komoditas seperti kopi, jahe, dan porang kini bukan sekadar hasil pertanian biasa, tetapi telah menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus penopang ketahanan pangan di tingkat lokal.

“Ini merupakan fondasi ketahanan pangan yang sejati, karena berbasis pada kearifan lokal dan kesesuaian unsur hara tanah setempat. Model pengelolaan seperti ini harus terus didukung dan direplikasi. Jika masyarakat desa memiliki ketahanan yang kuat secara mandiri, maka bangsa kita tidak akan mudah goyah oleh tekanan ekonomi dari luar,” jelasnya.

Melalui peninjauan langsung tersebut, Mbak Estu menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan yang berpihak pada petani lokal, termasuk dalam hal akses bibit, pendampingan teknologi pertanian, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi hasil pertanian desa.

Quote