Denpasar, Gesuri.id Kelanjutan proyek jalan tol Gilimanuk-Mengwi hingga kini masih dibayangi ketidakpastian. Meskipun peletakan batu pertama (groundbreaking) telah dilakukan sejak September 2022, proyek strategis ini seolah jalan di tempat tanpa progres fisik yang berarti selama dua tahun terakhir.
Kondisi yang dianggap menggantung ini memicu keresahan di tengah masyarakat, khususnya bagi para pemilik lahan yang terdampak.
Pasalnya, selain proses pembebasan lahan yang belum jelas, status tanah mereka yang masuk dalam jalur proyek membuat aset tersebut tidak dapat digunakan sebagai agunan untuk modal usaha.
Baca:Rekam JejakGanjarPranowo Telah Teruji
Anggota DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana, menegaskan bahwa bola panas kelanjutan proyek ini kini sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat. Menurutnya, pemerintah pusat sebelumnya telah menyatakan kesanggupan untuk melakukan pengadaan lahan seluas 1.113,33 hektare.
Ini adalah Proyek Strategis Nasional (PSN) dan sudah masuk dalam rencana tata ruang (RTRW) Bali. Oleh karena itu, harus ada kepastian dan langkah cepat agar program yang dicanangkan bisa berjalan sesuai rencana, ujar politikus asal Desa Busungbiu tersebut.