Kotim, Gesuri.id Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) dari Fraksi PDI Perjuangan Rimbun, meminta aparat penegak hukum segera menelusuri penyebab kelangkaan gas elpiji 3 kilogram bersubsidi yang masih terjadi di wilayahnya serta menindak tegas jika ditemukan praktik penimbunan.
Masalah elpiji ini selalu berulang Mulai dari takaran isi yang kurang, stok yang langka, sampai harga yang melonjak Kalau ada oknum yang menimbun atau bermain harga, harus ditindak tegas, tegasnya, Selasa (3/3/2026).
Menurut Rimbun, persoalan elpiji bersubsidi bukan kali pertama muncul. Warga beberapa kali dihadapkan pada masalah stok yang sulit didapat hingga harga yang melampaui harga eceran tertinggi. Ia menilai pengawasan distribusi harus diperketat mulai dari tingkat agen hingga pangkalan agar barang subsidi benar-benar tepat sasaran.
DPRD juga mengapresiasi langkah Polda Kalteng yang sebelumnya melakukan penyegelan di SPBE Pelangsian setelah ditemukan tabung 3 kilogram dengan isi tidak sesuai ketentuan, yakni hanya sekitar 2,7 hingga 2,8 kilogram.
Tindakan itu menjadi peringatan bahwa pengawasan memang harus diperkuat. Jangan sampai masyarakat dirugikan karena takaran yang tidak sesuai, ujarnya.