Kopi Papua Tengah Harus Naik Kelas, Penguatan Petani Didorong Hingga Pasar

Pengembangan kopi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, petani, dan pengusaha.
Jum'at, 30 Oktober 2026 06:03 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Nabire, Gesuri.id - Pengembangan kopi di Papua Tengah tidak cukup hanya dengan memperluas perkebunan dan meningkatkan jumlah produksi. Peningkatan kualitas hasil panen, pengolahan, kemasan, serta akses pemasaran menjadi bagian penting agar potensi kopi daerah mampu memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Gubernur Papua Tengah yang juga politisi PDI Perjuangan Meki Nawipa, saat membuka Festival Kopi Papua Tengah 2026 di Aula Santo Yusuf, Gereja Katolik Paroki Kristus Sahabat Kita (KSK), Bukit Meriam, Nabire, Kamis (29/10/2026).

Festival yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan pada 2930 Oktober 2026 itu menjadi ruang promosi bagi produk kopi lokal sekaligus mendorong keterlibatan petani, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem usaha kopi.

Gubernur Meki Nawipa mengatakan, pengembangan kopi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, petani, dan pengusaha. Koordinasi tersebut diperlukan agar program perkebunan dapat disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.

Menurutnya, setiap daerah memiliki peluang untuk mengembangkan komoditas perkebunan sesuai karakteristik wilayahnya. Selain kopi, pemerintah juga mendorong pengembangan kakao dan kelapa sebagai komoditas yang dapat menunjang perekonomian masyarakat.

Baca juga :