Jakarta, Gesuri.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan adanya kesepahaman dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, serta Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Dalam kesepahaman tersebut, Jakarta bersedia menjadi tuan rumah pendukung apabila fasilitas yang dibutuhkan di NTB dan NTT belum terbangun.
“Kalau fasilitasnya belum terbangun di NTT dan NTB, maka penyelenggaraannya akan ada di Jakarta,” kata Pramono di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, (29/10/2026).
Ia menjelaskan, kesepahaman tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pembangunan fasilitas baru dilakukan dengan mempertimbangkan pemanfaatannya secara maksimal.
Menurut Pramono, ketersediaan fasilitas olahraga perlu menjadi perhatian agar infrastruktur yang dibangun untuk PON tidak terbengkalai setelah pertandingan selesai.
“Ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto agar tidak dibangun fasilitas-fasilitas baru yang akhirnya tidak termanfaatkan secara maksimal,” imbuhnya.
Pramono menyinggung pengalamannya saat membantu penyelenggaraan PON di sejumlah daerah, terutama Papua. Ia mengatakan sejumlah fasilitas olahraga di daerah tersebut tidak terawat dengan baik setelah ajang berlangsung. Selain itu, ia menyebut masih terdapat persoalan utang-piutang yang ditinggalkan penyelenggaraan sebelumnya.
Atas pertimbangan tersebut, Jakarta menyatakan kesediaannya untuk mengambil peran sebagai tuan rumah pendukung PON 2028. Pramono menegaskan, pemerintah daerah siap memberikan dukungan sesuai kebutuhan penyelenggaraan.
“Jakarta bersedia menjadi supporting tuan rumah untuk pelaksanaan PON di tahun 2028,” kata Pramono.
Lebih lanjut, Pramono juga menargetkan Jakarta menjadi juara umum PON 2028. Ia menilai Jakarta memiliki fasilitas olahraga dan atlet yang memadai untuk bersaing dalam perebutan gelar tersebut.
Pramono menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberikan dukungan penuh untuk mewujudkan target tersebut. Ia turut menyinggung pergantian Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jakarta jika target tersebut tidak tercapai.
“Kalau sampai enggak juara, maka Ketua KONI Jakarta saya replace aja,” celetuk Pramono.
Meski demikian, Pramono menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya peningkatan prestasi olahraga Jakarta menjelang PON 2028.

















































































