Koster Puji Aksi Inklusi Difabel hingga Gerakan Bersih Sampah

Inovasi sosial yang dinilai memperkaya makna dan esensi dari perhelatan budaya terbesar di Pulau Dewata tersebut.
Selasa, 16 Juni 2026 11:19 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Denpasar, Gesuri.id Pawai pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII (ke-48) Tahun 2026 tidak hanya menampilkan kemegahan seni dan budaya leluhur. Di balik parade yang memukau tersebut, muncul sejumlah inovasi sosial yang dinilai memperkaya makna dan esensi dari perhelatan budaya terbesar di Pulau Dewata tersebut.

Gubernur Bali, Wayan Koster, memberikan apresiasi tinggi terhadap berbagai terobosan yang ditampilkan oleh kabupaten dan kota peserta pawai. Menurutnya, PKB tahun ini menunjukkan lompatan kualitas yang signifikan, tidak hanya menonjolkan sisi artistik, tetapi juga memuat nilai edukasi, partisipasi sosial, dan kepedulian lingkungan yang nyata.

PKB tahun ini menghadirkan banyak inovasi yang menarik. Saya melihat hampir seluruh kabupaten dan kota melibatkan anak-anak dalam pawai. Bahkan, jumlah peserta anak-anak terbanyak datang dari Kota Denpasar. Ini sangat baik karena menjadi ruang pendidikan budaya sejak dini bagi generasi muda Bali, ujar Koster saat ditemui di Denpasar, Minggu (14/6/2026).

Baca:Usai Nobar Ghost in the Cell,GanjarPranowo

Keterlibatan anak-anak tersebut dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam menjaga keberlanjutan seni dan tradisi lokal. Di tengah derasnya arus globalisasi, kehadiran generasi muda di panggung budaya membuktikan bahwa proses regenerasi seniman di Bali berjalan dengan baik berkat perhatian serius pemerintah daerah.

Baca juga :